Film yang Berkesan Dalam Hidup Saya

Sebetulnya saya bukan orang yang begitu gemar menonton film. Bisa dibilang sukar untuk membangun ketertarikan saya pada sebuah film, kalau bukan dorongan hati yang datang tiba-tiba saya jarang untuk menikmati tayangan baik melalui bioskop maupun aplikasi streaming. Namun, bukan berarti saya tidak memiliki judul film yang cukup meninggalkan kesan dalam hidup saya.

Sumber gambar posterlounge

Harry Potter

Saya yakin hampir di antara kita semua pernah menyaksikan atau hanya mendengar kepopuleran Harry Potter. Menceritakan kisah anak yatim piatu bernama Harry Potter yang tinggal bersama paman, bibi, dan sepupunya, hidup penuh tekanan karena keluarga yang merawatnya seakan keberatan dengan kehadirannya.

Sampai suatu ketika di ulang tahun ke-11, Harry mengetahui bahwa dirinya adalah seorang penyihir dari Hagrid, seorang pengawas hewan liar di sekolah sihir Hogwarts. Dari sini Harry mulai mengenal siapa dirinya, berkenalan dengan Ron dan Hermione yang menjadi sahabat perjuangan, dan mengetahui Voldemort musuh yang harus dihadapinya.

Lantas apa yang membuat film ini begitu berkesan untuk saya? Pada dasarnya saya menyukai cerita dengan genre petualangan dan fantasi, melalui film Harry Potter kita akan diajak ke dalam sebuah dunia imajinasi karangan J.K Rawling. Semua yang disajikan terasa begitu nyata, bahkan saya selalu berharap kalau dunia sihir itu ada.

Dan layaknya sebuah film tentu terdapat pesan moral yang ingin disampaikan, dari yang saya peroleh, film yang memiliki tujuh serial film ini mengajarkan kita mengenai makna persahabatan, keberanian, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

Sumber gambar imdb

Hidden Figures

Beberapa waktu lalu dunia sampat dihebohkan dengan tagar Black Lives Matter, yakni gerakan untuk menentang kekerasa rasisme khususnya terhadap orang kulit hitam. Kejadian ini dipicu kasus kematian George Floyd di tangan polisi kulit putih, kurang lebih kita akan menemukan ketimpangan dan perlakuan serupa dalam film Hidden Figure.

Film yang mengangkat topik mengenai rasial, seksisme, hingga persaingan di bidang kemajuan inovasi teknologi, diangkat langsung dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1961 silam, di mana pada saat itu terjadi Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Diceritakan tiga sahabat bernama Katherine Johnson, Dorothy Vaughn, dan Mary Jackson yang bekerja untuk Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memiliki keahlian dan kepandaian mereka masing-masing. Sayangnya meski mampu mengerjakan tugas-tugas pekerjaan, mereka terhambat dengan perlakuan rasisme yang masih berlaku pada saat itu.

Menariknya meski mendapat perlakuan tak pantas dari rekan kerja kulit putih seperti pemisahan kamar mandi, aturan seram yang berbeda, hingga hampatan dalam peningkatan karier. Mereka bertiga dapat membuktikan bahwa keahlian dan loyalitas mereka bisa setara dengan ras kulit putih.

Sumber gambar rottentomatoes

Grave of the Fireflies

Film yang diproduksi oleh Studio Gibli mengambil latar cerita di Kobe, Jepang pada tahun 1945. Dikisahkan dua orang Seita dan adiknya Setsuko yang berjuang untuk mempertahankan diri di akhir terjadinya Perang Dunia II.

Jujur seusai menyaksikan film Grave of the Fireflies saya sangat terbawa suasana yang kurang nyaman hingga akhirnya bermimpi buruk. Saat itu saya terbawa alur film ini di mana perjuangan Seita menanggung beban seorang diri ketika dipaksa menggantikan ayahnya yang sedang pergi berperang, ditinggal ibu akibat keganasan bom musuh, menerima perlakukan tak menyenangkan saat menumpang dengan saudara, hingga harus mempertahankan hidup dirinya sendiri beserta adiknya.  

Baca juga : Novel Pertama yang Menumbuhkan Ketertarikan

Itu adalah tiga film yang berkesan dalam hidup saya yang masih membekas sampai saat ini. Tentunya banyak hikmah yang bisa kita petik dalam sebuah kisah di film, tak jarang kejadiannya terasa nyata juga dekat dengan kejadian sehari-hari dan kita jadi bisa belajar dari pesan yang disampaikan.

Tinggalkan komentar